Tampilkan postingan dengan label belajar bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar bahasa Arab. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Tutorial Bahasa Arab Tingkat I Pelajaran Kedua: Kata Tunjuk


الدَّرْسُ الثَّانِي
اِسْمُ الإِشَارَة
(Kata Tunjuk)

أ- الْمُحَادَثَة:
    فَاطِمَة      : مَا اِسْمُك يَا أَخِي ؟
(Maa ismuk yaa akhii? / Siapa namamu, wahai Saudaraku?)
    فَوْزَان       : اِسْمِي فَوْزَان، وَأَنْتِ ؟
(Ismii Fauzan, wa anti? / Namaku Fauzan, dan kamu?)
    فَاطِمَة      : أَنَا فَاطِمَة
(Anaa Faathimah / Saya Fatimah)
    فَوْزَان      : هَلْ أَنْتِ طَالِبَة يَا فَاطِمَة؟
(Hal anti thaalibah yaa Faathimah / Apakah Anda mahasiswi, wahai Fatimah?)
    فَاطِمَة      : نَعَمْ، أَنَا طَالِبَة
(Na’am, anaa thaalibah / Ya, saya seorang mahasiswi)
                  وَأَنْتَ ، هَلْ أَنْتَ طَالِب أَيْضًا؟
(Wa anta, hal anta thaalib aidhan? / Dan kamu, apakah kamu mahasiswa juga?)
    فَوْزَان      : لاَ ، أَنَا مُوَظَّف
(Laa, anaa muwazhzhaf / Tidak, saya seorang karyawan)
    فاطمة      : طَيِّب ، شُكْرًا
(Thayyib, syukran / Baiklah, terima kasih)
    فَوْزَان      : عَفْوًا
(Afwan / Sama-sama)

ب- الْقَوَاعِد:
هَذَا
Haadzaa
(ini)
هَذِهِ
Haadzihi
(ini)
هَذَا أَحْمَد
Haadzaa Ahmad

هَذِهِ فَاطِمَة
Haadzihi Faathimah
هَذَا طَالِب
هَذِهِ طَالِبَة
هَذَا مُوَظَّف
هَذِهِ مُوَظَّفَة
هَذَا مُسْلِم
.............
هَذَا مُؤمِن
.............
هَذَا أُسْتَاذ
Haadzaa ustaadz (guru)
..............
هَذَا مُدِير
Haadzaa mudiir (direktur)
...............

Keterangan: Bila predikatnya mudzakkar (maskulin), maka subyeknya menggunakan   هَذَا   . Tetapi bila predikatnya mu`annats (feminim), maka subyeknya menggunakan   هَذِهِ.  Sekarang isilah titik-titik pada kalimat-kalimat di bawah ini dengan menggunakan haadzaa atau haadzihi!
1-              .......... كُرْسِيّ (Kursiyy / Kursi)
2-              ........... سَيَّارَة (Sayyaarah / Mobil ) 
3-              ........... كِتَاب (Kitaab / Buku) 
4-              ........... مَجَلَّة (Majallah / Majalah)
5-              ........... مَدْرَسَة  (Madrasah / Sekolah)
6-              ........... بَيْت (Bait / Rumah)

ج- التَّرْجَمَة:
Sekarang, cobalah terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini! Bila ada kata-kata yang belum disebutkan di atas, maka Anda dapat melihatnya di bagian mufradaat (vocabulary).
  1. Ini saudaraku, namanya Agus.
  2. Dia tinggal di jalan Condet
  3. Dan ini saudara perempuanku, namanya Aisyah.
  4. Dia tinggal bersamaku.

الْمُفْرَدَات:
- اِسْمُهُ                 :  Ismuhu / namanya (untuk maskulin)
- اِسْمُهَا                : Ismuhaa / namanya (untuk feminim) 
- الشَّارِع               :   Asy-syaari’ / jalan  
- مَعِي                 :  Ma’ii / bersamaku 
- أُخْتِي        : Ukhtii / saudara perempuanku

Minggu, 26 Juni 2011

TAKLIMA, Sebuah Metode Pembelajaran Bahasa Asing Lama yang Belum Tergarap

oleh: Afrinaldi Yunas *)
(http://afrinaldiyunas.blogspot.com/2011/06/taklima-sebuah-metode-pembelajaran.htmlhttp://afrinaldiyunas.blogspot.com/2011/06/taklima-sebuah-metode-pembelajaran.html)


PMahir berbahasa asing meliputi 4 (empat) aspek, yaitu Menyimak, Berbicara, Membaca, dan Menulis. Berbagai metode pembelajaran pun juga telah lahir untuk menggiring peserta didik untuk menguasai empat kemahiran tersebut. Kita mengenal metode Qawaid wa tarjamah, metode Mubasyarah hingga Thariqah Mukhtarah (metode pilihan dengan menggabungkan semua keunggulan masing masing metode). Meskipun sudah ada metode pilihan ini, ternyata masih ada juga pengajar bahasa asing yang mengalami kepayahan dalam mengajarkan bahasa asing.

Sebagus metodenya, toh di lapangan belum tentu menuai hasil yang lebih baik. Jika pada tulisan terdahulu penulis menyinggung tentang kompetensi seorang pengajar dengan menganalogikan posisi Tuhan sebagai guru Adam AS, maka pada tulisan kali ini penulis hendak memberikan informasi yang telah lama ada, tentang metode Tuhan yang telah dipraktekkan kepada Nabi Musa AS, metode yang ampuh, membuat Nabi Musa mengerti bahasa Tuhan (bahasa asing), sayang, metode tersebut masih samar dalam aplikasinya pada pembelajaran.

Sementara, metode ini bernama TAKLIMA. Penulis memberikan nama ini berdasarkan Surat An-Nisa : 164,

وَكَلَّمَ اللّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
"Allah SWT berbicara dengan musa (dengan) taklima"
Sebagai kajian awal, penulis mencoba mendekati kata taklima ini dari analisa kebahasaan. Kedudukannya sebagai maf'ul mutlak mengandung beberapa makna, di antaranya:
  1. Bisa diartikan cara berbicara tuhan ( hal inilah yang menjadi inspirasi penulis menjadikannya sebagai sebuah metode),atau 
  2. Seberapa sering tuhan berbicara kepada Musa AS ( menginspirasi berapa sering materi ajar yang baru itu diulangi kepada para peserta didik? )
  3. dan sebagainya.

Dalam berbagai kitab tafsir, kata taklima tidak dijelaskan secara rinci. hanya ada beberapa makna saja yang menjurus kepada dasar dijadikannya kata ini menjadi sebuah metode khusus. Setidaknya ada satu Hadits yang menjelaskan potongan ayat ini, tetapi tidak menjelaskan tentang kata taklima. Hadits yang diriwayatkan  Al-Hakim hanya menjelaskan proses terjadinya taklima itu, artinya adalah aspek penyerta saja. Rasulullah SAW bersabda: "Saat Allah berbicara, Nabi Musa AS memakai seragam khusus (jubah woll, penutup kepala woll, celana woll). mengandung makna bahwa metode ini juga menyinggung hal-hal penyerta.
 
Analisa yang dangkal ini belum cukup menjadikan taklima sebuah metode. Bagaimanakah wujud metode ini? Tentu membutuhkan pemikiran yang mendalam. Sebagian pembaca merasa agak dini tulisan ini dipostingkan, sebab belum sempurna studi tentang metode ini digarap oleh penulis. Namun, penulis memiliki pandangan lain, dengan dipostingkan inilah menjadi gerbang sempurnanya perwujudan metode ini. Penulis membutuhkan masukan dari pembaca untuk lahirnya metode ini. Penulis menunggu itu....

*) Penulis adalah PNS Guru Bahasa Arab di SMPN 4 Padang Panjang, Sumatera Barat

Selasa, 15 Maret 2011

Tips Sukses Menguasai Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Atas usulan Sdr. Subhan Munawar, posting ini lahir. Namun, karena keterbatasan pengalaman yang dimiliki penulis, akhirnya dengan sedikit malu-malu, penulis bertanya kepada Mbah Google mengenai 'tips menguasai kelas', dan akhirnya menemukan sebuah tulisan yang cukup inspiratif untuk dibaca. Tulisan tersebut bersifat umum untuk segala mata pelajaran, termasuk salah satunya pembelajaran bahasa Arab. Perlu diketahui, bahwa menguasai kelas adalah salah satu strategi utama dalam proses pembelajaran apapun. Tanpa memiliki penguasaan kelas yang baik, biasanya ketersampaian materi dan nilai-nilai kurang begitu optimal. Langsung saja kita simak tulisan berikut ini! Selamat membaca! (Tulisan ini dikutip dari blognya kang Mukhlis Dwi Saputra yang berjudul 'Tips Menguasai Keadaan Kelas).

Senin, 14 Maret 2011

Sabtu, 12 Maret 2011

Ahlan Wa Sahlan ...

أهلا وسهلا ومرحبا في هذه الصفحة
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahlan wa Sahlan wa Marhaban ...

Selamat datang di blog yang sederhana ini! Blog ini diberi nama arabaliyah. Blog ini dimaksudkan sebagai salah satu media pembelajaran bahasa Arab secara online, khususnya bagi siswa-siswa yang masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Di blog ini kita akan mencoba mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan materi bahasa Arab yang diajarkan di sekolah/madrasah.
Materi yang akan disajikan di blog ini selain mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Arab untuk Madrasah Aliyah yang tercantum dalam Permenag No.2 Tahun 2008, juga ditambahkan beberapa pengayaan dari referensi yang lain, baik offline maupun online.
Bagi rekan-rekan guru bahasa Arab di Madrasah Aliyah atau SMA, sumbangsih pemikiran dan ide-ide brilian Anda sangat kami nantikan di blog ini. Dan bagi anak-anakku yang berminat belajar bahasa Arab secara online, semoga blog ini menjawab kebutuhan Anda semua. 
Kritik dan saran adalah hal yang niscaya demi karya yang sempurna. Untuk itu, kritik dan saran dari pembaca setia blog ini sangat kami nantikan. Dengan keterbatasan yang dimiliki, kami berharap semoga blog ini dapat menjadi sesuatu yang layak dan ada manfaatnya.

Selamat menjelajah!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Pengelola,


A.M. Saepul Islam